MAKALAH
EKOLOGI PLANKTON
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Planktonologi








DISUSUN OLEH
JUMIAH : 160254242008

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNG PINANG
2017





























KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah.SWT , karana atas berkat dan rahmat nya penulis telah menyelesaiakan tugas mata kuliah PLANKTONOLOGI dengan membahas materi EKOLOGI PLANKTON
Dalam penyusunan dan penulisan tugas atau makalah ini,tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.Sehingga dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik dalam penulisan maupun materi,mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi menyempurnakan pembuatan makalah ini.
Dalam pembuatan makalah ini penulis jugah menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam memberikan informasi tentang materi yang terkait.
Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan menjadi motifasi,khususnya bagi penulis.


Tanjungpinang, 28 november 2017

                                                                                                                                  penulis









DATAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
2.RUMUSAN MASALAH
3.TUJUAN
BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN EKOLOGI
B.PENGGOLONGAN PLANKTON
C.JENIS-JENIS  PLANKTON
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
B.DATAR PUSTAKA








PENDAHULUAN
Latar belakang
Plankton adalah mikroorganisme akuatik yang hidup melayang pada kolom perairan. tidak dapat bergerak, atau dapat bergerak sedikit dan tidak dapat melawan arus. dapat  ditemui hidup di perairan , baik di sungai, danau ,waduk, maupun diperairan payau dan laut. Plankton tidak dapat berkembang subur dalam air mengalir. Mikroorganisme (plankton) ini ada yang bergerak aktif sendiri seperti satwa/hewandisebut zooplankton, dan ada plankton yang dapat melakukan assimilasi /fotosintesis sepertihalnya tumbuhan disebut fitoplankton. Plankton merupakan salah satu komponen utamadalam sistem mata rantai makanan (food chain) dan jaring makanan (food web). Plankton biasanya melayang-layang (bergerak pasif) di permukaan perairan.
 Fitoplankton berperansebagai produsen pada perairan tempat hidupnya. Zooplankton merupakan heawanheterotropik yang mana termasuk dalam komponen plankton yang hidup di daerah perairan,samudra, laut dan perairan tawar.Keberadaan produsen primer (fitoplankton) di dalam ekosistem perairan terutama(perairan waduk) adalah sangat penting, karena dapat menunjang kelangsungan hiduporganisme air lainnya: fitoplankton dapat mengubah zat-zat anorganik menjadi organik dengan bantuan cahaya matahari melalui proses fotosintesis (yang hasilnya disebut produksi primer) dan juga sebagai pemasok oksigen(Baksir,2004).Fitoplankton merupakan organisme yang hidup melayang , mengapung didalam air danmemiliki kemampuan gerak yang terbatas. Fitoplankton terdiri atas divisi chrysophyta(diatom), chlrorophyta dan cyanophyta. Umumnya chlorophyta dan cyanophyta mudahditemukan pada komunitas plankton perairan tawar sedangkan chrysophyta dapat ditemukandiperairan tawar dan asin. Komunitas fitoplankton umumnya didominasi oleh jenisfitoplankton yang berukuran lebih kecil dari 10 mm . Dalam pertumbuhannya setiap jenisfitoplankton mempunyai respon yang berbeda terhadap perbandingan nutrien yang terlarutdalam badan air. Sehingga perbandingan nutrien, khususnya nitrogen, fosfor dan silikatterlarut sangat menentukan dominasi suatu jenis fitoplankton di perairan 


B. RUMUSAN MASALAH
1. apa yang dimaksud dengan ekologi?
2 bagaimana .penggolongan plankton
3.plankton ada berapa jenis?
4.bagaimana ekologi plankton?
C. TUJUAN MASALAH
adapun tujuan dari pembuatan makalah ini
1.agar dapat mengetahui struktur komunitas plankton di ekosistem perairan
2.agar memahami peranan plankton pada suatu ekositem perairan















BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN DARI EKOLOGI
 Ekologi adalah ilmu yang mempelajar interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupu interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernesnt Haeckel(1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu,, air, kelembaban, cahaya,, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
sebagian salah satu contoh interaksi atau hubungan timbal balik antara mahluk hidup di perairan, dapat dilihat dari adanya aktivitas pemangsangan oleh jasad hewani perairan yang lebih kecil misal nya ikan memangsa udang udang kecil dan lainnya.
Plankton
Dari berbagai sumber yang mendefinisikan plankton, pada prinsipnya adalah  sama seperti yang dinyatakan oleh Odum (1971) dan Newel (1977), yaitu adalah organisme yang pada umumnya berupa hewan maupun tumbuhan air yang berukuran mikroskopis dan hidupnya melayang-layang mengikuti pergerakan arus.
Berdasarkan ukuran selnya, Nybakken (1982) membagi menjadi lima kelompok,  yaitu :
1.   Megaplankton, yaitu plankton dengan ukuran lebih besar dari 2 mm.
2.   Makroplankton, yaitu plankton dengan ukuran antara 0,2 sampai 2 mm.
3.   Mikroplankton, yaitu plankton dengan ukuran antara 20 µm sampai 0,2 mm.
      4.   Nanoplankton, yaitu plankton dengan ukuran antara 2 sampai 20 µm.
5.   Ultraplankton, yaitu plankton dengan ukuran kurang dari 2 µm.
Secara umum plankton dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton merupakan produsen utama (primary producer) yang juga dapat menghasil oksigen dari proses fotosintesis dan zooplankton yang termasuk ke dalam konsumen pertama dalam rantai makanan yang mana tidak dapat memproduksi zat-zat organik sehingga harus mendapat tambahan bahan organik dari makanannya.
B.PENGGOLONGAN PLANKTON

plankton dapat digolongkan menurut beberapa kategori, antara lain : berdasarkankualitasnya, ukurannya, lingkungan hidupnya, isinya, asalnya, dan juga berdasarkansiklus hidupnya. 6elain itu plankton juga tersusun atas organisme herbi1ora, carni1ora,komensalisme parasit dan ada juga kelompok detritus atau pengurai. Plankton bersifatkosmopolit namun kehadirannya ber1ariasi dari satu tempat ke tempat lainnya, hal inidisebabkan oleh perbedaan kualitas airnya.Adanya perbedaan kondisi fisika, kimia perairan sangat berpengaruh terhadapkondisi ekologis perairan satu dengan yang lainnya, hal ini juga mengakibatkan distribusi plankton di perairan satu dengan perairan lainnya akan berbeda. Perbedaan distribusi initerjadi karena adanya perbedaan daya adaptasi serta derajat penyebaran di tiap jenis plankton sehingga pada gilirannya komposisi jenis plankton di perairan satu berbedadengan perairan lainnya. Plankton yang hidupnya berperan sebagai produsen primer disebut fitoplankton,sedang yang bertindak
 sebagai konsumen disebut sebagai zooplankton. 
Planktonmempunyaiukuranmikroskopis dan jumlahnya sangat banyak serta   dapat dijumpaidi permukaan air sampai pada kedalaman tertentu yang dapat ditembus sinar mataharidengan kata lain plankton mempunyai sifat kosmopolitan, yang berarti ada dimanamana.Plankton tidak saja sangat penting bagi kehidupan langsung maupun tidaklangsung, akan tetapi penting pula bagi segala macam organisme yang ada didalam air, baik air ta$ar (tambak darat!, air payau, maupun air laut. Tanpa adanya planktonkhususnya fitoplankton sebagai produsen primer, tidak mungkin ada kehidupan he$andalam perairan. Plankton sangat penting artinya bagi suatu perairan dan merupakanfaktor penentu bagi keseimbangan komunitas perairan tersebut.



haliniterjadi karena plankton terutama fitoplankton merupakan komponen dasar dari rantai makanan di perairan sehingga kelangsungan hidup dari organisme perairan lainnya sangat tergantung pada keberadaan planktonny

C. JENIS-JENIS PLANKTON
plankton dapat dibedakan berdasarkan dua jenis:
1.fitoplankton
fitoplankton  adalah plankton berjenis tumbuhan dan komponen autotrof plankton. Autotrof adalah org mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen.
Nama fitoplankton diambil dari istilah yunani, phyton atau tanaman" dan ("planktos"), berarti "pengembara" atau "penghanyut" Sebagian besar fitoplankton berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Akan tetapi, ketika berada dalam jumlah yang besar, mereka dapat tampak sebagai warna hijau di air karena mereka mengandung kloroil dalam sel-selnya (walaupun warna sebenarnya dapat bervariasi untuk setiap spesies fitoplankton karena kandungan klorofil yang berbeda beda atau memiliki tambahan pigmen seperti phycobiliprotein).
2.zooplankton
Zooplankton adalah plankton yang berjenis hean dan bersiat heterotrofik (kadang-kadang detritivorous)r. Kata"zooplankton" berasal dari bahasa Yunani zoon, yang berarti "binatang" dan planktos, yang berarti"pengembara" atau "drifter"Individu zooplankton biasanya mikroskopis, tetapi beberapa (seperti ubur-ubur ) lebih besar dan bisa dilihat dengan mata telanjang
D.EKOLOGI PLANKTON
Ekologi Plankton dibagi menjadi dua pembagiannya yaitu  ekologi fitoplankton dan ekologi zooplankton:

       1.      Ekologi Fitoplankton
Di dalam ekologi fitoplankton ada beberapa faktor yang berpengaruhi yaitu:
        FaktoFisika
sinarmatahar
Sinar matahari merupakan faktor penting dalam ekologi plankton, mengapa? Karnauntuk
menghasilkan oksigen dan makanannya fitoplankton melakukan suatu proses yangkitasebut
dengan proses fotosintesis, yang mana proses tersebut tidak akan lepas dari kebutuhan
terhadapsinarmatahari.

o Suhu
Suhu berpengaruh kuat terhadap perkembangan maupun penurunan populasi fitoplankton.
Jika suatu perairan cukup dingin seperti yang terjadi di daerah kutub  maka prosesfotosintesi
yang terjadi pada fitoplankton tidak maksimal seperti fitoplankton yang berada didaerah
tropis yang memiliki  Suhu optimum berkisar antara 25 – 40 °C.

o  Kekeruhan
Kekeruhan di perairan disebabkan oleh bahan organik tersuspensi, seperti liat, lempung,
partikel karbonat, partikel organik halus, plankton, dan organisme renik lainnya.Bahan
tersuspensi menyebabkan cahaya menjadi lebih menyebar dan diserap daripada ditransmisi.
Perairan yang mempunyai kekeruhan yang tinggi akan mengurangi penetrasi cahayakedalam
kolomair,sehinggamembatasiprosesfotosintesis.

o  Arus
Kecepatan arus merupakan parameter penting sehubungan dengan distribusi plankton.Arus
yang kencang dapat mempengaruhi disribusi fitoplankton pada suatu perairan
(Radiarta,2013). Dinamika fitoplankton terhadap kecepatan arus telah dilaporkan oleh
Chrismadha dan Ali (2007). Penelitian mereka memperlihatkan adanya suksesi jenis-jenis
fitoplankton yang ada sesuai dengan kondisi arus.
      ·       FaktorKimia

o  NutrienMakrodanNutrienMikro

Nutrien makro iyalah nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak sedangkannutrien
mikro dubutuhkan dalam jumlah sedikit. Elemen-elemen yang termasuk ke dalamnutrien
makro antara lain C, H, N, P, Mg, dan Ca, sedangkan yang dibutuhkan dalam konsentrasi
sangat kecil yang termasuk nutrien mikro antara lain Fe, Mn, Cu, Si, Zn, Na, Mo,ClV,dan
Co. Menurut Hengky dan Kilham (1988) tiga unsur nutrien yang dibutuhkan fitoplankton
adalah P (Pospat), N (Nitrogen), dan Si (Silikat).
      ·       FaktorBiologi

        o   Kompetisi
       Kompetisi juga berpengaruh pada pertumbuhan dan reproduksi fitoplankton, salah satu
       contohnya berupa perebutan nutrien di perairan. Jika fitoplankton kurang mendapatkan nutrisi
       maupun cahaya matahari maka akan berdampak pada pertumbuhan dan reproduksinya

        o   Predator
      Sudah semestinya fitoplankton menjadi makanan bagi predator-predator seperti zooplankton
      karna kemampuan fitoplankton yang bisa membuat makanannya sendiri sedangkan
      zooplankton yang tidak dapat membuat makanannya harus memakan fitoplankton. Jika terjadi
        kelimpahan populasi pada zooplankton maka akan berdampak besar pada pertumbuhan
       danreproduksi fitoplankton dikarenakan ketidakseimbangan dalam rantai makanan. Itulah
       sebabnya predator berpengaruh terhadap fitoplankton.

Fitoplankton memperoleh energi melalui proses yang dinamakan fotosintesis sehingga mereka harus berada pada bagian permukaan permukaan (disebut sebagai zona euphotic lautan, danau atau kumpulan air yang lain. Melalui fotosintesis, fitoplankton menghasilkan banyak oksigen yang memenuhi atmosfer bumi
Kemampuan mereka untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar rantai makanan di ekosistem lautan dan di ekosistem air tawar. mana suksesi fitoplankton
Disamping cahaya, fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan nutrisi untuk pertumbuhannya. Nutrisi-nutrisi ini terutama makronutrisi seperti nitrat, fosfat atas asam silikat yang ketersediaannya diatur oleh kesetimbangan antara mekanisme yang disebut pompa biologis dan upelling pada air bernutrisi tinggi dan dalam. Akan tetapi, pada beberapa tempat di Samudra Dunia seperti di Samudra bagian Selatan, fitoplankton juga dipengaruhi oleh ketersediaan mironutrisi beis. Hal ini menyebabkan beberapa ilmuan menyarankan penggunaan pupuk  besi untuk membantu mengatasi karbondioksida  akibat aktivitas manusia di atmosfer
Walaupun hampir semua fitoplankton adalah fotoautotrof obligat, ada beberapa fitoplankton yang miksotrofik dan ada juga spesies tak berpigmen yang merupakan heterotrof (yang ini dinamakan sebagai zooplankton). Jenis-jenis ini, yang paling dikenal adalah dinoflagellata seperti genus nocticula dan dhinopisit memperoleh karbon organiknya dengan memakan organisme atau material detritus lainnya
2.ekologi zooplankton .     
Di dalam ekologi zooplankton ada beberapa faktor yang berpengaruhi yaitu:
      ·        Suhu
      ·        pH
      ·        Salinitas
      ·        Kecerahan dan kekeruhan
      ·        Faktor Biologis

Hubungan fitoplankton dan zooplankton :
  { Zooplankton adalah plankton hewani yang mana ia tidak bisa membuat makanannya sendiri yang mengharuskan nya memakan organik lain seperti fitoplankton.
  { Tingkat reproduksi zooplankton lebih rendah daripada fitoplankton, berfungsi untuk menjaga keseimbangan dalam rantai makanan. Jika reproduksi zooplankton lebih besar maka pertumbuhan fitoplankton akan rendah sebaliknya jika reproduksi fitoplankton lebih besar maka yang terjadi adalah ledakan populasi (blooming) pada fitoplankton yang akan membunuh makhluk hidup disekitarnya.
  { Kelimpahan fitoplankton yang tinggi disuatu perairan cenderung diikuti oleh kelimpahan zooplankton.

                          Populasi zooplankton mengikuti populasi fitoplankton dimana saat fitoplankton berada pada
                           popluasi puncak maka populasi zooplankton juga akan memuncak begitu juga sebaliknya saat
                          populasi fitoplankton menurun maka populasi zooplankton juga akan 

              
                          KESIMPULAN
                          Dari hasil pembahasan diatas saya mengambil kesimpulan:
1.       Plankton memiliki fungsi yang sangat besar terhadap suatu ekosistem walaupun ukuran nya sangat kecil.
2.       Plankton sebagai sumber makanan di dalam ekosistem.
3.       Fitoplankton juga dapat menghasilkan oksigen yang digunakan oleh seluruh makhluk hidup.
SARAN
 Dari hasil pembahasan ini, saya memberikan saran sebagai bahan pembelajaran ataupun masukan buat kita bersama khususnya pihak yang bersangkutan sebagai berikut:
1.       Tidak lagi membuang sampah di perairan.
2.       Tetap menjaga keseimbangan di perairan.
3.      memahami betapa pentingnya plankton dalam suatu ekosistem.
DATAR  PUSTAKA

Komentar

Posting Komentar